PINDAH KE MULTIPLY
September 27th, 2008 by adelinguistBERHUBUNG SUSAH AKSES FRIENDSTER DAN PEMBACA BLOG INI JUGA JARANG, YA SUDAH KITA PINDAH SAJA KE MULTIPLY…
CHECK THIS OUT
namakuadelina.multiply.com
THANK U…
BERHUBUNG SUSAH AKSES FRIENDSTER DAN PEMBACA BLOG INI JUGA JARANG, YA SUDAH KITA PINDAH SAJA KE MULTIPLY…
CHECK THIS OUT
namakuadelina.multiply.com
THANK U…
Hari ini suasana hatiku tak menentu, kadang bagus, kadang buruk. Tadi sempat agak bt krn ga tau bkl buka puasa bareng siapa, alhamdulillaah ga sesepi yang dibayangin karena akhirnya aku buka puasa bareng di Perbanas Unit 6 Lt. 6 bareng dengan teman-teman dari ICP (International Class Program). Di sana ketemu Halik, teman lama yang sudah lama ga ketemu. Sibuk terbang di luar dia. Bareng Pak Septo juga yang kebetulan hari ini sedang bermasalah dengan tulang kakinya. Wah…Sama dunk Pak saya juga lagi bermasalah niy dengan kakiku, ditambah pula dengan jatuh tadi pagi. Wadao…Ada-ada aja deh. Terus tadi di ICP sempet baca email dari Mba Ita a.k.a Imelda Dwi R.S.:)) Senang sekali rasanya…Baru berapa hari ga ketemu kangennya udah ampun-ampunan. Miss u Mba Ita:( Sekarang lagi di warnet nunggu dijemput my brother mo pulang ke Cinere, kangen sama Ibu, Nurul, Kaka, Ajy dan rumah. Oya, Ajy sedang di rumah waktu aku pulang 4 hari yg lalu, pusing juga ngelihat dia. Bermasalah tampaknya dan belum bisa diselesaikan. Heran aku, udah pada gede tapi kok ya ngurus diri sendiri aja kelimpungan sampe-sampe Ibu dibikin pusing lagi, lagi dan lagi. Coba deh nanti aku cari way outnya, ngebingungin soalnya, hiks. Duh, jadi ga enak lagi nih suasana hati… Ada-ada aja.
sambungan dari beberapa judul sebelumnya…
Sudah hampir setahun pengalaman pergi ke Paris terkubur tanpa tulisan dan catatan sebagai lanjutan dari cerita pertamaku.
Seperti aku tuliskan sebelumnya, aku tak pernah menyangka bahwa aku akan bisa pergi ke luar negeri, apalagi Eropa, apalagi dalam masa-masa seperti sekarang. Tapi Tuhan menentukan lain. Tahun lalu persisnya aku pergi, dalam rangka mendampingi Paduan suara mahasiswa STIE Perbanas, Jakarta.
Perjalanan dari Jakarta-Transit di Singapura

-transit lagi di Istanbul-sampe di Barca, lanjut perjalanan darat ke Vic, kota kecil di Catalunya. Orang2 di Spanyol sana tidak semuanya mau mengaku orang Spanyol, tapi sebagian dari mereka mengaku bahwa mereka orang Catalunya. Masalah politik yg tidak perlu dibahas di sini.
Kami ke Vic sekedar untuk menunggu waktu Festival datang. Hehehe…Kami datang terlalu cepat ternyata dan tidak menyangka kalau kami tidak boleh menempati penginapan yang telah disediakan panitia sebelum tiba di hari H. Akhirnya setelah menunggu 2 hari, pergilah kami ke Cantonigros. Pagi2 dengan semangat bersiap2 dan rapi2 di Vic and ga lupa menyempatkan diri untuk foto2, buat kenang2an.
Sesampainya di Cantonigros, aku dan Derry (the project manager) langsung sibuk urus registration dan pernak-pernik lomba, spt partitur dsb. Aku dan teman2 semua dikumpulkan di dalam satu ruangan (tenda besar) sebagai welcoming ceremonynya panitia untuk setiap tim yang datang. Diberi welcomin drink n snack. Hmmm…nice juga.
Berhari-hari di Cantonigros (kota kecil di pegunungan) tetap menjadi satu hal yang menyenangkan untuk kami semua. Bahkan ada satu hal yang amat mengharukan saat itu, tim kami jadi teman favoritnya cucu presiden festival. Tempat kami kumpul di arena festival selalu ditemani mereka dan tidak jarang kami bernyanyi bersama.
The smallest one is the one. Namanya Laia. Anak itu terlihat berbeda dengan sepupu2nya karena ayahnya Laia yang orang Spanyol menikah dengan seorang wanita Columbia. Bisa dibayangkan betapa mengharukannya, di hari terkahir festival, Laia menangis karena hrs berpisah dengan teman-teman barunya dari Jakarta.
Seselesainya kami sibuk di Festival, kegiatan berlanjut dengan konser di kota lain.
Bersambung…
Ketika suatu kenikmatan kita rasakan, apapun itu, walaupun kita tahu itu salah, kerap kita terus melakukannya. Kenikmatan tadi, dan kenyamanan yang ada telah membuat kita lupa betapa menyimpangnya kita ketika kita menjalaninya.
Suatu yang salah, tapi nikmat dan nyaman, itu sudah biasa. Karena itu lah, tetap harus ada orang-orang yang mengingatkan kita, menegur kita agar kita tidak lupa pada aturan sebenarnya.
Di tengah kekalutan aku berdiri, namun merasa nyaman dan mengasyikkan, sehingga aku pada akhirnya mengabaikan banyak hal. Nobody knows, only me and Him I think.
Alhamdulillaah hari ini masih bisa menyempatkan waktu membuka friendster dan mencoba menulis sesuatu untuk blogku yang sudah kuanggurkan sekian lama. Belakangan kesibukan bertambah dengan adanya semester pendek dan acara dies natalis di kampus, yang kebetulan aku ikut-ikutan sibuk mengurusnya juga. Selain itu ada saja undangan, entah rapat biasa atau seminar, baik yang diadakan di dalam maupun di luar kampus.
Sayangnya kesibukan yang banyak itu tidak diimbangi dengan kondisi kantong yang sehat, hehehe… Memang perencanaan keuangan sematang apa pun kalau ternyata ada saja kebutuhan-kebutuhan yang di luar dugaan baik waktu muncul dan jumlah yang dibutuhkan, tetap saja keuangan akan menjadi masalah, paling tidak cukup mengganggu stabilitas kehidupan yang aku jalani.
Kondisi dan situasi yang ada di kantor pun ternyata mempengaruhi perencanaan keuangan yang sudah begitu ideal. Bayangkan, honor yang seharusnya sudah masuk, karena terjadinya pergantian pimpinan akhirnya tertunda karena masalah seputar tanda tangan. Menyebalkan, tapi pada akhirnya hanya bisa bersabar. Akibatnya, terpaksa keberadaan teman-teman dimanfaatkan untuk membantu menyelesaikan masalah. Alhamdulillaah banyak teman yang begitu baik hati mau membantu. Semoga kebaikan mereka selalu mendapat berkah dan pahala dari Allah, aamiin.
Alhamdulillaah… tidak punya uang masih punya teman. Tidak bisa jajan ada yang membayari. Tidak punya ongkos ada yang memberi tumpangan. Segala sesuatunya harus terus dan tetap disyukuri.
Jumat, 29 Pebruari 2008, 09.58
Ga terasa, udah lama ya ternyata ga nulis buat blog ini. Sebenernya siy udah lama banget pingin nulis, panjang2, tapi kok kayanya ga pernah sempet dan selalu ga pernah jadi prioritas. Tapi sekarang disempetin deh mampir sebentar sekedar mencurahkan sedikit dari banyak hal yg ada di kepala.
Hari ini lagi pingin banyak hal. Pingin ke rmh tmn2 yg sebagian emang udah lama ga ketemu n gw kangen bgt, di antaranya Mba Sarie & Junior, Ratih & d twins, Mba Ita yg baru aja punya baby, Mba Ary yg asmanya lg kambuh. Selain itu lagi pingin juga nongkrong di tempat rental komputer lama2 ngelanjutin bikin soal buat UAS secara bentar lg libur abis n tu soal2 mesti dikumpulin. Pusink tau di rmh ga ada komputer. Sialan emang tuh orang2 yg ga tau diri asal ngangkut monitor n CPU yg udh gw bli mahal2 dari hasil jerih payah gw nongkrong di kelas berbulan2. Ga tau apa BTnya setengah mati. Emang sialan!! Huuuuuuuuhhhhhhhhhhh… Aduh, kenapa jadi sumpah serapah gini yg gw tulis? Emg kadang ikhlas itu harus ada, tp jujur rasa kesal pastinya masih gw simpan & sulit utk dilupakan krn efek, akibat dari semua itu masih akan meninggalkan memori & luka yg begitu dalam. Hayah!!
Kembali lagi ke topik utama, gw juga mau nyelesein proposal yg udah tertunda hampir sebulan, tp kayanya ga mgkn jg krn barusan sepupu dateng dr Bandung n ngajak pergi… Bukannya ga bisa menomorsatukan pekerjaan, tp masa sepupu jarang ketemu trus dianggurin gtu aja. Ga sopan dunk…Haha… Alasan.. Finally, tampaknya hari ini akan bjalan ga spt rencana sebelumnya. Mudah2an aja ga bikin hidup berantakan. Udah mau taun baru masa’ malah mengalami kemunduran. Celaka kalo ky gtu mah…
Ciao.
Namanya Imelda. Lengkapnya Imelda Dwi Rosita Sari. Dia sahabatku sekaligus kakakku. Kakakku ketemu gede pastinya karena aku baru mengenalnya ketika aku diterima sebagai pegawai di tempatku bekerja kini. Aku biasa memanggilnya Mba Ita. Aku katakan padanya pagi ini bahwa aku akan sangat merindukannya dalam waktu dekat ini karena dia akan segera cuti melahirkan. Iya, Mba Ita akhirnya hamil setelah hampir 4 tahun menikah. Suatu anugrah yang amat sangat patut disyukuri. Semoga kondisimu selalu sehat ya Mba supaya bisa melahirkan sehat pula. Aku doakan juga si Kaka lahir dalam keadaan sehat. Ah! Tidak sabar rasanya menunggu saat-saat lahirnya si Kaka. Yowes, ini sekedar lewat, sekedar mampir ngilangin bosen n kantuk.
Tinggalkan maksiat wahai saudaraku
Walaupun Engkau begitu menyayangi dan mencintainya
Engkau pasti akan kesulitan, aku yakin itu
Tapi keteguhan hati bisa menguatkanmu
Dearest Tuhanku yang kusayang
Hidupku laksana perahu yang terombang-ambing
Angin membawanya pergi, menggoyangnya ke kanan dan ke kiri
Aku berusaha mengatur layar agar perahuku tidak karam
Maha suci Engkau ya Allah
Aku kerap berpikir mampu untuk semua ini
Namun sulit juga ternyata bagiku
Aku selalu diganggu pikiran-pikiran menjijikkan dan menggemaskan
Tiada yang dapat kuperbuat
Hanya kupanjatkan doa untuknya
Berharap ada pintu untuk keluar di sana
Sampai kapan sampai hari akhir nanti
Cinere 2 Desember 2007
Teruntuk seseorang di sana
tolong deh de… mau ngisi blog aja ribet amat… ternyata ga sempet nih… lanjut kapan2 yah..hehe…
Menjadi seorang aDeLiNa adalah sebuah anugerah. Apapun yang kudapat, apapun yang kumiliki, apapun yang terjadi pada diriku, di waktu lalu, sekarang atau pun nanti akan tetap selalu menjadi sebuah anugerah.
aDeLiNa kecil seingatku bukan aDeLiNa yang nakal. Cengeng iya, tapi tidak nakal, itu yang aku ingat. aDeLiNa kecil adalah seorang yang tukang jajan, sekarang pun masih, cuma lebih perhitungan:)
aDeLina kecil bukan anak manja. Aku mandiri dan bisa bertanggung jawab atas diriku sendiri dan hal2 yang dipercayakan kepadaku, alhamdulillaah rasanya sampai kini pun masih. Kata Ibu, aDeLina kecil termasuk anak pintar di kelas, namun aku tidak merasa seperti itu karena seingatku aku kerap merasa kepayahan untuk menjadi seorang pelajar yang berprestasi, dan ternyata memang…beranjak remaja nilai-nilaiku bukannya meningkat membaik malah merosot drastis. Tapi aku tidak sesali itu, semua itu tetap lah sebagian dari anugerah.
Ketika cita-citaku untuk masuk IPA supaya aku bisa lanjut kuliah di Kedokteran kandas, aku tetap bersyukur walau beberapa waktu sempat sedih, namun yang namanya jalan hidup kusadari bukan sepenuhnya aku yang menentukan. Alhamdulillaah dengan kuliah di Sastra, bukan Kedokteran, insya Allah ilmuku tetap dapat bermanfaat buat banyak orang. Sekali lagi itu adalah anugerah.
Kini tetap akan kujalani hidupku yang penuh dengan anugerah dan berharap semoga ridhoNya selalu menyertaiku.
4 Syawal 1428 H
…aDeLiNa