Gw Baik-baik Aja Kok…
Saturday, March 31st, 2007Hari Kamis 22 Maret 2007 terbangun gw dari tidur dengan keadaaan tidak sesegar biasanya. Ah! Kenapa lagi dengan badan gw? Emang udah dua malam, di malam-malam sebelumnya gw kerap terbangun di tengah malam, entah kenapa dan ada apa.
Akhirnya dengan tubuh lunglai setelah lelah bersiap-siap, jadi juga aku berangkat ke tempat kerja pagi itu. Setibanya di kantor pun aku tidak sesemangat biasanya. Demi stamina yang lebih biak akhirnya aku sempatkan mengunjungi doketr di poliklinik kantor. Herannya walau aku sudah mengeluhkan suhu tubuhku yang kurasa lebih hangat dokter sama sekali tidak mencoba mengeceknya dengan alasan poliklinik tidak punya termometer.
Menjelang tengah hari perut dan bagian tubuh mulai mengamuk, aku tidak kuat, akhirnya selesai dengan satu kelas aku pulang diriku ke kosan dengan harapan bisa beristirahat dan kembali untuk sesi jam 16.30 adn 19.00. Namun diriku tak mampu. Suhu tuuhku siang itu malah meningggi dan aku menggigil. Terbangun, tertidur, terbangun lagi, begitu berulang beberapa kali. Aku belum memutuskan langkah apa yang harus kuambil.
Esok paginya, Jumat 23 Maret 2007 akhirnya kuputuskan pulang ke rumah dan sebelumnya mampir ke dokter di RS Prikasih. Dokter hanya bilang, kalau sampai besok aku tetap panas aku harus cek darah, takut DBD katanya. Haduh!!
Besoknya, Sabtu 24 Maret 2007 aku jadi cek darah, badanku lemas sekali. Hasil cek darah, Hb, Ht, Leu-ku yang rendah, trombositnya malah tinggi, alhamdulilaah. Aku tidak ke dokter karena Sabtu sore itu Rs Prikasih ramai sekali dengan pengunjung, aku menunda laporan ke dokter dengan harapan hasil cek darahku emang bener-bener bagus.
Sabtu, Minggu, Senin, aku masih lemas. Senin kuputuskan untuk ke dokter laporan sekalian cerita apa2 yang kurasakan. Payahnya, belum aku selesai bahkan mulai dengan ceritaku, dokter sudah bicara dengan nada tinggi bahwa aku harus dirawat dan ditransfusi karena rendahnya HBku dikhawatirkannya dapat membuatku lemas dan berakibat lebih buruk. Aku bilang aku minta waktu. Akhirnya doktermeminta ibuku yang kebetulan ikut waktu itu untuk mengisi surat penolakan dirawat.
Ada beberapa alasan kenapa aku tidak mau dirawat sebenarnya, tapi aku pikir tidak perlu aku jelaskan itu di sini. Sesampainya di rumah aku masih terus berpikir akan apa yang telah aku lakukan. Akhirnya agar aku tidak terlalu dirundung rasa bersalah karena tidak mau dirawat aku coba cari dokter yang bisa kuhubungi dan meminta pendapatnya tentang kondisiku ini. Alhamdulillaaah akhirnya dokter yang berhasil aku hubungin bilang bahwa tidak apa-apa aku tidak dirawat dan ditransfusi asal aku bisa merawat diriku sendiri dengan baik. Ya sudah, jadi lah kini aku yang semakin sibuk mengurusi diriku sendiri, supaya HB yang rendah tadi tidak tiba-tiba membuatku pingsan dan semakin membahayakan diriku di kemudian hari.
Aku masih suka merasa ngefly ni… Tapi mudah-mudahan aku gak kenapa-napa ya. Yang penting, aku harus bener-bener tau diri nih. Jadi kesimpulannya aku sakit apa dong? Aku itu gejala flu dan dan seorang pengidap kurang darah DARI DULU sebenernya.
Pfff…cape juga udah lama ga berada di depan komputer, trus tau2 harus nulis ginian lagi. Ngfly lagi deh..hehhehe…